NAMIRA HANUM - PAGI DI KOTA BATU

Selamat pagi! Pada kesempatan kali ini, saya akan menceritakan salah satu pengalaman saya selama 6 hari mengikuti kegiatan studi lapangan. Studi lapangan adalah kegiatan tahunan yang dilaksanakan SMA Labschool Kebayoran untuk siswa/siswinya. Kegiatan ini merupakan sarana untuk mencari ilmu di tempat dan suasana yang berbeda dari sekolah. Nah, tahun ini saya dan teman-teman kelas XI berkesempatan untuk menjelajahi kota Malang, Batu, dan juga Surabaya. Dari ketiga kota tersebut, kota Batu sangat membekas bagiku. 

Hari itu dimulai dengan bangun pagi dan persiapan mengunjungi SMA Selamat Pagi Indonesia. 

SMA Selamat Pagi? mungkin sekolah unggulan di kota Batu. Itulah hal pertama yang ada dipikiran saya saat mendengar nama tersebut. Tepat pukul 08.30 kami berangkat menuju sekolah tersebut secara beriringan dan disertai klakson unik dari bus Pandawa. Perjalanannya tidak memakan banyak waktu, karena kebetulan tempat penginapan kami dekat dengan lokasi sekolah yang akan kita kunjungi. Setelah melihat papan bertuliskan “SMA Selamat Pagi Indonesia” kami langsung masuk dan dibuat terpukau oleh keadaan sekolah tersebut. Terlihat sebuah gedung yang sangat artistik dan menarik. “Betah kali ya kalo sekolah di sini” ucap salah satu teman saya.

Kami disambut oleh beberapa murid SMA Selamat Pagi yang berseragam kaos polo merah dan langsung diarahkan untuk masuk ke dalam. Anehnya, kami bukan masuk ke gedung itu dan malah mengantri untuk membeli tiket (lupa harganya berapa tapi murah). Sejak itu saya merasa bahwa sekolah ini sangat berbeda dengan sekolah pada umumnya. Tapi apa yang beda?

Setelah mendapat tiket (berupa gelang kertas), kami langsung masuk ke dalam area sekolah. Kami disambut lagi oleh murid SMA Selamat Pagi yang menggunakan berbagai macam pakaian adat. Mereka membentuk barisan sambil memberi salam untuk kami. Kami diarahkan ke sebuah tempat luas seperti aula.

Di aula, kami dijelaskan tentang latar belakang dan konsep dari sekolah ini. Ternyata untuk masuk ke sekolah ini tidak mudah. Calon murid akan disaring dan dipilih beberapa (dikarenakan kuota yang terbatas) dari seluruh Indonesia. Syarat masuk ke sekolah ini cuma satu, calon murid merupakan anak yatim piatu kurang mampu dan berasal dari pelosok Indonesia. Sekolah ini ingin muridnya minimal mewakili lima pulau besar di Indonesia. Oleh karena itu, murid-murid di sini mempunyai berbagai macam latar belakang dan secara tidak langsung mereka diajarkan untuk saling menghargai serta menerima perbedaan. Sekolah ini sama sekali tidak dipungut biaya, melainkan memberikan fasilitas dan semua kebutuhan muridnya. Seperti tempat tinggal, makan, minum, dan bahkan uang saku sebesar 150.000 - 200.000 rupiah. Darimana uangnya? tentunya dari penghasilan sekolah ini, karena sekolah ini merupakan sekolah entrepreneur (mirip SMK).

Sekolah ini mengajak murid-muridnya untuk menciptakan bisnis di setiap kesempatan yang ada. Seperti contohnya wilayah sekolah yang luas dan menarik dijadikan tempat bermain/outbond/rekreasi keluarga yang dinamakan Kampoeng Kidz. Sehingga nantinya jika sudah lulus, murid-murid bisa membuat bisnis sendiri dari ajaran serta praktik yang pernah dilaksanakan di sekolah ini. Murid SMA Selamat Pagi dibagi ke berbagai macam divisi agar proses perbisnisan ini berjalam dengan efektif. Divisi ini terdiri dari divisi perhotelan, marketing, engineering, merchan, tour and travel, kitchen resto, show, produksi, dan divisi lainnya. Divisi ini bebas dipilih siswa/siswi sesuai kesukaan atau passion mereka. Sekolah ini juga mengajarkan muridnya untuk berani bermimpi. Dari hasil bisnis yang dijalankan, sekolah ini mampu membiayakan beberapa muridnya untuk berlibur ke luar negri sambil mencari inspirasi untuk bisnis mereka.

Julianto Eka Putra merupakan pendiri sekolah ini. Sekolah ini terbentuk karena keinginannya untuk menyatukan Indonesia. Bukan menyatukan wilayah, tapi menyatukan budaya, suku, agama, dan ras dari Sabang sampai Merauke. Ia miris melihat Indonesia yang memiliki keragaman budaya, namun rakyatnya tidak bisa mengapresiasi perbedaan tersebut. Akhirnya ia bertekad untuk membuat sekolah gratis dengan konsep persatuan. Walau banyak dukungan dari rekan-rekannya, tantangan selalu saja menghampiri. Seperti saat dirinya sedang mengurus perizinan sekolah, ia justru dituduh ingin membuat sekolah yang menyebarkan krstenisasi dan juga komunis. Namun itu tidak membuatnya jatuh, ia terus berusaha sampai akhirnya sekolah ini jadi. Setelah sekolah ini selesai dibangun, ia rela meningalkan pekerjaannya demi fokus menjalankan tujuan sekolah ini.

Setelah selesai kegiatan di aula, kami diajak berkeliling sekolah ini. Ternyata gedung yang dari awal saya kagumi merupakan hotel yang dikelola siswa/siswi SMA Selamat Pagi. Hotelnya sangat menarik dilengkapi dengan hiasan-hiasan unik dan sangat bewarna. Sistem kerjanya sama seperti hotel pada umumnya dan mereka semua (siswa/siswi SMA Selamat Pagi) yang mengatur dan mengerjakan semuanya. Setelah melihat hotel, kami dibawa ke tempat lain, yaitu tempat hewan.

Selama perjalanan, kami masih dibuat kagum dengan hiasan yang ada di sepanjang jalan. Sangat kreatif dan unik karena kebanyakan dibuat dari bahan bekas. 

Dari kejauhan saya melihat kelinci-kelinci gembul yang berlarian. Sama seperti hotel tadi, semua kelinci ini mereka yang urus. Tempat kelinci ini sangat unik karena mereka menggunakan konsep “kota kelinci”. Mereka membuat tempat bermain kelinci yang disertai miniatur Eiffel Tower, gedung-gedung, dan tempat lainnya. Di tempat itu kita bisa mengambil gambar dengan kelinci-kelinci dan juga bermain bersama kelinci. Selain kelinci, di tempat hewan juga ada ayam, burung, dan juga angsa. Kita seperti berada di dalam peternakan ayam karena kita bisa melihat ayam dengan jumlah yang sangat banyak sedang mencoba bertelur dalam kandang. Kita juga bisa melihat indahnya burung-burung berterbangan yang baru saja meninggalkan rumah warna-warninya di pohon besar. Setelah burung, kami melihat angsa yang sedang bermain air sambil mengeluarkan suaranya setiap detik.

Setelah bermain dengan hewan-hewan yang ada, kami diajak ke toko dimana mereka menjual hasil karya mereka serta barang lainnya seperti oleh-oleh. Salah satu makanan yang sangat disukai dan best seller adalah keripik pisang. Keripik pisangnya dikemas menggunakan karton berbentuk limas segiempat dan didalamnya dibungkus lagi menggunakan plastik bewarna alumunium (seperti bungkus susu). Keripik ini bukan sekedar keripik pisang biasa seperti pada umumnya. Keripik pisang ini dilumuri dengan berbagai macam rasa sehingga membuat keripik pisang ini lebih menarik. Rasanya juga bermacam-macam, ada rasa cokelat, green tea, stroberi, dan lainnya. Dan tentu saja makanan tersebut dibuat 100% oleh siswa/siswi SMA Selamat Pagi. Mulai dari mengolah pisangnya, hingga mengemasnya. Selain keripik pisang, mereka juga menjual berbagai macam snack dalam kemasan yang inovatif. Seperti cheese stick, keripik ubi, dan lainnya. Berbagai macam minuman homemade juga mereka jual. Seperti thai tea dan juga green tea. Mereka menggunakan botol yang bagus untuk mengemasnya, sehingga terlihat berkelas, namun harganya sangat murah. Tentunya semua produk makanan dan minuman yang dijual sangat enak dan lezat. Makanya beberapa produk makanan dan minuman ini sudah dijual ke luar sekolah ini. Seperti beberapa toko makanan di daerah Batu.

Setelah puas berbelanja, kami diajak untuk melihat pertunjukan yang sudah mereka persiapkan. Ternyata selain memproduksi makanan kemasan dan mengurus hotel, mereka juga mengadakan pertunjukan unik. Tempatnya juga bukan tempat asal-asalan, melainkan berisi kursi penonton dengan jumlah yang banyak layaknya theatre outdoor. Pertunjukan yang mereka tampilkan di kesempatan kali ini bertemakan Bhinneka Tunggal Ika. Mereka menampilkan drama dengan dialogue yang sedikit karena sepertinya mereka menggunakan tarian atau gerakan tubuh dan musik pengiring yang menjadi alat komunikasi antara penonton dan penampil. Drama tersebut berdurasi kurang lebih 30 menit. Di dalam 30 menit tersebut, mereka menyertakan beberapa tarian daerah dan baju adatnya, seperti tari kecak, tari bali, tari tor tor, dan masih banyak lagi. Pertunjukkan ini mengingatkan saya pada film yang berjudul The Greatest Showman karena cara pembawaan pertunjukkan ini mirip circus.

Setelah selesai menonton pertunjukan tersebut, kami diberikan waktu bebas untuk berkeliling dan menikmati lingkungan sekitar. Setiap tempat dan dekorasi di sana sangat unik dan lucu sehingga saya bersama teman-teman memutuskan untuk berkeliling sambil mengambil gambar. Kami sempat menaiki dua tree house atau rumah pohon yang berbentuk kapal dan bertema bajak laut. Selain itu kami juga sempat berfoto di rumah berbentuk seperti jamur asli. Kemudian kami melihat sebuah perkebunan yang tidak terlalu luas, katanya tempat itu adalah perkebunan yang mereka kelola. Hampir semua bahan masakan yang mereka pakai diambil dari perkebunan ini. Setelah asik berfoto-foto, kami disuruh kembali ke bus untuk melanjutkan kegiatan lainnya. Sayang sekali, padahal saya dan teman-teman belum sempat menghampiri semua tempat yang ada di wilayah ini. 

Kunjungan ini sangat menyenangkan dan memberikan inspirasi bagi saya. Ternyata kreativitas bisa digunakan di segala bidang dan sangat menghasilkan. Selain itu saya jadi tertarik untuk membantu satu sama lain, apalagi membantu yang membutuhkan. Akan sangat membahagiakan jika orang yang kita tolong menjadi sukses karena bantuan kita. Sekolah ini juga mengajarkan saya untuk mau bekerja sama, karena bisnis sekolah ini bisa berjalan lancar karena pembagian divisi.

Sekian perjalanan singkat saya ke SMA Selamat Pagi.

Komentar

Postingan Populer